Select your language

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Investasi SBN Ritel di Indonesia

Sebelumnya telah kami sampaikan informasi umum mengenai apa itu Surat Berharga Negara (SBN) yang merupakan instrumen investasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mendukung pembiayaan APBN dan pembangunan nasional, yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia dan dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi portofolio.

Kali ini, kami ingin sedikit membagikan informasi yang mungkin bisa menjawab pertanyaan pembaca untuk mendapatkan definisi apa ini, apa itu istilah seputar Surat Berharga Negara (SBN), terutama bagi investor SBN pemula.

Pertanyaan Seputar Investasi SBN Ritel di Indonesia

1. Apa yang dimaksud dengan Kupon?

Kupon adalah imbal hasil yang dibayarkan secara berkala kepada investor selama masa investasi. Pada SBN ritel, kupon umumnya dibayarkan setiap bulan. Besaran kupon bisa bersifat tetap (fixed rate) atau mengambang dengan batas minimal tertentu (floating with floor).

2. Apa itu Jatuh Tempo SBN?

Jatuh tempo adalah tanggal berakhirnya masa investasi, di mana pemerintah akan mengembalikan nilai pokok investasi kepada investor. Tenor SBN ritel umumnya berkisar antara 2 hingga 3 tahun, atau lebih tergantung seri yang diterbitkan.

3. Apa yang dimaksud dengan Capital Gain?

Capital gain adalah potensi keuntungan yang diperoleh apabila investor menjual SBN di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Fitur ini berlaku untuk seri yang dapat diperdagangkan seperti ORI dan SR.
Sebaliknya, jika dijual lebih rendah dari harga beli, maka terjadi capital loss.

4. Apa itu Yield to Maturity (YTM)?

Yield to Maturity (YTM) adalah estimasi tingkat imbal hasil tahunan yang diperoleh investor apabila memegang SBN hingga jatuh tempo. Perhitungan YTM mencakup kupon yang diterima serta selisih harga beli dengan nilai nominal saat jatuh tempo.

5. Apa itu Yield?

Yield adalah tingkat imbal hasil yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk persentase. Pada obligasi atau SBN, yield bisa berbeda dari kupon karena dipengaruhi oleh harga beli di pasar sekunder. Jika harga obligasi turun, yield biasanya naik, dan sebaliknya.

6. Apa itu Tenor?

Tenor adalah jangka waktu investasi sejak penerbitan hingga jatuh tempo. Misalnya, tenor 3 tahun berarti investor akan menerima pengembalian pokok pada tahun ketiga.

7. Apa itu Pasar Perdana dan Pasar Sekunder?

  • Pasar Perdana adalah periode saat SBN pertama kali ditawarkan oleh pemerintah kepada investor.
  • Pasar Sekunder adalah tempat investor dapat memperjualbelikan SBN setelah masa penawaran berakhir (untuk seri yang dapat diperdagangkan seperti ORI dan SR).

8. Apa itu Floating with Floor?

Floating with floor adalah sistem kupon mengambang yang memiliki batas minimal. Artinya, jika suku bunga acuan naik, kupon dapat meningkat, namun jika suku bunga turun, kupon tidak akan lebih rendah dari batas minimal yang ditetapkan saat penerbitan.

9. Apa itu Nilai Nominal?

Nilai nominal adalah nilai pokok investasi yang akan dikembalikan saat jatuh tempo. Pada SBN ritel, pembelian biasanya dimulai dari Rp1 juta dan kelipatannya sesuai ketentuan seri.
Nah, setelah membaca informasi diatas, semoga pemahaman atas produk SBN jadi lebih terang benderang. Penting bagi investor untuk menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan dan profil risikonya masing-masing.

Bank Mayapada sebagai Sub Mitra Distribusi menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel secara online. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada halaman resmi SBN Ritel Bank Mayapada https://www.bankmayapada.com/id/produk/investasi/sbn-ritel. 

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi myCALL di nomor 1500029 atau cabang Bank Mayapada terdekat di kota Anda.

Select your language